Esports Indonesia Logo

WHO Segera Resmikan Kecanduan Game Sebagai Penyakit

by E-Sport Indonesia

WHO mulai menunjukan perhatiannya terhadap fenomena video game di kalangan generasi muda saat ini. Banyak sekali orang yang kecanduan video game sehingga ini berakibat buruk pada aktivitasnya sehari-hari. Bahkan dalam beberapa kasus, hal ini juga berujung pada aksi kriminal karena keberadaan dari hobi itu sendiri. Tentu ini menciptakan kebijakan tersendiri. Sampai-sampai WHO pun turun tangan dan ikut serta dalam berkomentar mengenai pengaruh dari video game itu sendiri terhadap fenomena yang terjadi saat ini.

Benarkah Video Game Bisa Berimbas Negatif?

WHO Segera Resmikan Kecanduan Game Sebagai Penyakit

Dalam hal ini, WHO masih melakukan klarifikasi lebih jauh tentang dampak dari video game itu sendiri kepada seseorang. Apakah kecanduan tersebut merupakan bagian dari penyakit mental atau bukan? Semua itu sebenarnya sudah diungkapkan oleh WHO ini sejak tahun 2018 silam. Sikap resmi ini sudah dilakukan oleh WHO mengingat animo pecinta game yang ada di seluruh dunia lambat laun semakin besar dan banyak.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Geneva pada World Health Assembly Ke-27, pihak WHO telah menegaskan bahwa gejala adiksi kepada permainan video game telah dimasukan dalam draft yang ada di International Classification Of Disease. Selain itu, ICD ini juga sudah resmi dicap ke versi penjabaranya usai dilakukan revisi.

Akan Diresmikan Pada 1 Januari 2022 Mendatang

WHO Segera Resmikan Kecanduan Game Sebagai Penyakit

Kabar resmi dari penyakit baru kecanduan game ini rencananya akan dirilis pada tanggal 1 Januari 2022 mendatang. tentu saja ini adalah sesuatu yang menjadi temuan baru dalam dunia kesehatan. WHO juga mengingatkan betapa pentingnya untuk menahan diri supaya tidak kecanduan terhadap permainan itu sendiri. Di sinilah semuanya akan bisa didapatkan dengan mudah nantinya.

Beberapa ciri dari orang yang kecanduan terhadap video game adalah apabila dalam 12 bulan, seseorang melakukan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengontrol frekuensi dan intensitas dalam bermain game. Kemudian, mereka juga lebih memprioritaskan gaming daripada hal-hal lainnya yang bersifat kegiatan nyata.

Berpotensi Menimbulkan Dampak Negatif

WHO Segera Resmikan Kecanduan Game Sebagai Penyakit

Selain itu, tanda-tanda lainnya adalah terjadi atau timbulnya dampak negatif dari kecanduan game itu sendiri. Di sini nantinya dampak negatif tersebut akan berimbas pada kehidupan individu terkait, baik itu di lingkungan sosial, keluarga, akademi, pekerjaan dan lain sebagainya. Hal ini tentu akan memancing sejumlah pro kontra.

Tentu ini menimbulkan sejumlah reaksi yang signifikan pada pelaku yang bergerak di bidang industri video game ini, sebut saja UKIE, IGEA, dan ESA. Selain itu, masih banyak juga pihak lain yang pastinya jelas-jelas akan menyatakan ketidaksetujuannya terkait masalah tersebut. Untuk saat ini, masih ada waktu bagi WHO untuk meninjau ulang keputusannya tersebut. Jika tidak maka keputusan terkait adanya Gaming Disorder ini pastinya akan benar-benar terealisasikan.